WCCNMedia

4 Aktor Kreatif

Aktor dalam pengembangan kegiatan ekonomi kreatif suatu kabupaten / kota terdiri dari para pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif yang selanjutnya disebut sebagai quadruple-helix.

Aktor 1 Pemerintah

Jajaran pemerintah pusat maupun daerah, yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu.

Unsur pemerintah ini terbagi menjadi 4 dimensi yaitu:

  1. Penyediaan suprastruktur. Meliputi ketersediaan landasan dan kebijkanan yang mendasari kegiatan ekonomi kreatif.
  2. Penyediaan infrastruktur. Maksudnya sarana dan prasarana fisik/nonfisik yang mendukung kegiatan ekonomi reatif.
  3. Kelembagaan, meliputi organisasi yang dibentuk pemerintan dan regulasi yang dibuat untuk mendukung kegiatan ekonomi kreatif.
  4. Sinergi antaraktor, meliputi kerjasama secara internal dan eksternal. Yang dimaksud kerjasama internal adalah kerjasama antarinstansi dalam satu pemerintah daerah atau dengan pemerintah daerah lain. Kerjasama eksternal adalah kerjasama antara pemerintah daerah dengan elemen lain seperti komunitas, akademisi, dan bisnis.

 

Aktor 2 Komunitas

Suatu kelompok sosial dari beberapa latar belakang lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama.

Dimensi dari komunitas adalah:

  1. Banyaknya pelaku ekonomi kreatif. Maksudnya perbandingan jumlah penduduk pelaku ekraf dengan jumlah penduduk di daerah.
  2. Umur komunitas. Semakin lama usia komunitas diharapkan semakin kuat ekonomi kreatif yang terbentuk di suatu daerah.
  3. Produk. Dimensi produk merupakan hasil produksi pelaku dan komunitas ekonomi kreatif.
  4. Afiliasi. Afiliasi adalah jaringan yang dimiliki oleh komunitas.
  5. Kegiatan (event). Dimensi ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh komunitas berdasar level cakupannya
  6. Sinergi antaraktor. Dimensi ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh 2 atau lebih komunitas yang berbeda subsektor dan dengan pihak pemerintah, akademisi dan bisnis.

 

Aktor 3 Akademisi

Anggota Sivitas akademika dan hasilnya yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

Dimensi dari akademisi adalah:

  1. Penelitian. Penelitian (riset, inovasi, uji coba, perlindungan HKI, kolaborasi) terkait ekonomi kreatif yang sudah dilakukan dan memiliki potensi pasar/ nilai ekonomis.
  2. Perguruan Tinggi (PT). Meliputi jumlah perguruan tinggi dan riset yang mendukung ekraf.
  3. Sinergi antaraktor. Sinergi internal dan saling mendukung/kerjasama antara akademisi dalam mendukung perkembangan ekraf yang menghasilkan kegiatan/event hasil kerjasama akademisi dengan pemerintah, komunitas, dan bisnis.

 

Aktor 4 Bisnis

Suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

Dimensi dari bisnis adalah:

  1. Pelaku bisnis. Perbandingan pelaku bisnis kreatif (individu) terhadap total pelaku bisnis.
  2. Kontribusi ekonomi. Yang dimaksud kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDRB daerah.
  3. Rasio perusahaan bisnis kreatif. Perbandingan unit bisnis (koorporasi) yang mendukung ekraf terhadap total unit bisnis (koorporasi).
  4. Sinergi antaraktor. Sinergi internal di antara pelaku bisnis dan pelaku bisnis dan antara pelaku bisnis dengan pemerintah, komunitas, dan akademisi dalam mendukung perkembangan ekraf.